Minggu, 28 Februari 2010

Seni Mengkritik

Postingan yang lalu telah di tulis trik menerima kritikan, 'ngak adil dong kalo kita hanya menerima kritikan terus tanpa bisa mengkritik orang. Tapi yang jelas mengkritik orang ada caranya dan ngak sembarangan supaya yang dikritik bisa menerima dengan lapang dada. Nah pada postingan ini saya mencoba akan mengulas sedikit tentang seni mengkritik orang.
Dasar yang paling penting sebelum kita mengkritik adalah bahwa kita menginginkan adanya perubahan. Esensinya keinginan kita agar orang yang kita kritik dapat berubah menuju keadaan yang lebih baik. Maka untuk itu ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dalam mengkritik :

1. Niat Harus Ikhlas
Sungguh benar sahabat, niat yang salah akan memperngaruhi pertolongan Allah Swt kepada kita. Maka niatkanlah bahwa kritikan yang kita sampaikan adalah sebab keinginan yang tulus untuk membantu agar sahabat yang kita kritik menjadi tahu kesalahannya, untuk memberikan dukungan agar ia termotivasi untuk bisa memperbaiki dirinya.

2. Perhatikan Cara
Cara yang pertama dalam mengkritik dan mengkoreksi adalah jangan emosional, jangan sekali-kali memperturutkan hawa nafsu dan kemarahan. Sebab dengan amarah akan menjadi tidak jelas apa yang disampaikan. Dan juga akan sangat beresiko menimbulakan kesalah pahaman. Cara yang lebih santun adalah mengkoreksi kesalannya apa, pelanggarannya yang mana, sehingga ia akan tahu letak kesalahannya. Jelaskan pula kerugian apa bila dia tetap seperti itu.
Yang tak kalah penting adalah kita harus membantu orang tersebut untuk menemukan solusi terbaik dan jalan keluar yang paling tepat, kita jangan hanya bisa mengkritik tapi tidak punya solusi untuk perbaikan.

3. Perhatikan Situasi dan Kondisi
Sahabat yang sedang gembira dengan orang yang sedang berduka tentu sangat berbeda kepekaannya. Orang yang sehat dan orang yang sakit tentu juga akan berbeda penerimaannya dalam menghadapi kritikan.
Maka sebaik-baiknya situasi adalah dalam keadaan yang tenang, tubuh sehat dan juga hati kedua belah pihak dalam keadaan lapang sehingga meluncurnya kritik akan lebih ringan dihadapi dan lebih memungkinkan untuk direnungkan secara bijaksana oleh sahabat yang menerima kritikan.

4. Pantangan
Pantangan dalam memberikan kritik atau koreksi adalah jangan sekali-kali mengkritik orang dihadapan orang banyak sebab hal itu tidak akan diartikan sebagai nasehat melainkan dimaknai sebagai upaya mempermalukan dirinya. Sehingga selama mendengar kritik/nasehat yang bersangkutan lebih sibuk menahan rasa malu, merasa sakit hati dan memendam dendam daripada mendengarkan kritikan itu. Maka koreksi yang kita lontarkan jadinya tidak akan lebih efektif. Pujian proposional boleh dilakukan di depan orang, tapi kritik akan lebih baik dilakukan ditempat yang lebih tersendiri.

5. Siap untuk ditolak
Kita harus siap bahwa yang kita koreksi belum tentu menerima koreksi kita. Bisa jadi ini karena cara kita yang kurang bagus atau mungkin ini karena ia mempunyai persepsi yang berbeda terhadap apa yang kita anggap layak untuk dikoreksi.

6. Jangan Merasa berjasa
Ujian bagi kita adalah ketika yang kita koreksi ternyata mau berubah dan sesuai dengan yang kita anjurkan dan menjadi sukses. Andaikata kita merasa ujub bahwa itu adalah jasa kita, bahwa itu adalah hasil kebaikan kita maka yang seperti itu menunjukan bahwa sebenarnya yang lebih layak adalah diri kita sendiri!!
Jadi kendalikan hati, jangan sampai kesuksesan orang berubah membuat kita lupa diri. Tetapkan keyakinan kita hanya Allah Swt yang berkuasa mengubah seseorang dan kita bersyukur. Sebab Allh Swt berkenan menjadikan kita jalan bagi datang-Nya pertolongan Allah bagi orang tersebut.

Semoga Allah Swt menganugrahi kemampuan untuk manajemen diri kita untuk tulus dan tepat dalam memberikan kritik. Mudah-mudahan pula Allah senantiasa mendekatkan kita dengan orang-orang yang mau tulus memberikan kritiknya.

Akhirnya selamat menikmati santapan kritik
Semoga bermanfaat....

15 komentar:

Mizan on 28 Februari 2010 pukul 19.36 mengatakan...

bagus postingannya sob.... ane setuju banget, cuma kadang2 kita suka lupa itu aja.. -_-'

dhika.h on 28 Februari 2010 pukul 19.39 mengatakan...

wah ini nih yang kayaknya musti di praktekin, hehehe... biar kritiknya mangfaat. ya tho

heru on 28 Februari 2010 pukul 20.13 mengatakan...

setuju sekali sobat, jangan hanya ingin mengkritik orang lain tapi diri sendiri tidak mau dikritik orang lain

faiza on 1 Maret 2010 pukul 12.57 mengatakan...

ya sob..setuju, mengkritik harus punya aturan..spaya aman terkendali..hehe

dan selalu siap dikritik..

Anonim mengatakan...

bagus juga biar yang di kritik tidak merasa lagi di kritik... tapi lebih enak di kasih kripik daripada kritik... he he... lam kenal aja sob..

Akhatam on 1 Maret 2010 pukul 14.01 mengatakan...

Wah Boleh tu...!! Kritik kan tujuannya biar bisa membangun... Jadi bolehlah... Asalkan tak Merugikan!!

Dani Setiyawan on 1 Maret 2010 pukul 16.04 mengatakan...

Bagus banget... memang betul memberi kritik memang tidak mudah, perlu saling memahami karakter orang yang akan dikritik.. jangan sampai terjadi kesalah pahaman...

Oh ya blog kita setema tentang motivasi dan pengembangan diri..
Bagaimana kalau kita tukeran link...
Link http://donipatria.blogspot.com/ sudah saya pasang di http://danisetiyawan.blogspot.com/
Terima kasih

Salon Oyah on 1 Maret 2010 pukul 18.03 mengatakan...

Manttaapppbbsss... btw, klo ud di forum dan perdebatan memanas, kyknya hal2 tsb agak sulit jga utk dipertahankan... maklum, qta kan punya ego msg2 ... hehe... sekedar tanggapan, bro...

Aryadevi on 1 Maret 2010 pukul 18.04 mengatakan...

ok, sobat akan diatur dan ditata, sebab nie diri juga sering grasa grusu...to the point...padahal tidak semua bisa menerima...
thanks..

Ica on 2 Maret 2010 pukul 00.47 mengatakan...

Wah mantap bos... bener banget nih, mengkritikpun harus ada aturan mainnya :)
Makasih ya sob
Artikel berguna banget

Nikel Khor on 2 Maret 2010 pukul 10.21 mengatakan...

me here

from Nikel Khor

Anonim mengatakan...

hemmm. nice share btw. ijin bookmark ya :)

Unknown on 3 Maret 2010 pukul 15.27 mengatakan...

Manusia ada lebih dan kurangnya alias tidak sempurna. Karena itu kita hendaknya dapat saling mengingatkan dan tolong menolong. Dalam berinteraksi tentunya kita hampir selalu menghadapi suatu permasalahan. Tips yang sangat menarik bagaimana kita mengkritik dengan cara yang santun dan bijak. Salam sukses.

Unknown on 3 Maret 2010 pukul 22.52 mengatakan...

intinya ..siap mengkritik orang lain...siap juga di kritik orang lain...

tapi niat emang yang utama.......harus bersih tidak untuk menjatuhkan dan menjelek jelekan orang lain.

Just Bryan on 4 Maret 2010 pukul 01.14 mengatakan...

Tulisan bagus nih..
Mengajari bagaimana cara mengkritik yang baik dan benar..
Siip...

Posting Komentar

 

My Blog List

Followers

Blog Manajemen Diri Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template